Jakarta, Aktual.co — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kemarin bergerak variatif cenderung tertekan seiring kembalinya aksi profit taking. IHSG melemah 0,64 persen menjadi 5.034,23. Selain itu investor asing juga kemarin mencetak nett buy Rp351,24 miliar. Laju IHSG yang searah dengan bursa Asia tercermin dari MSCL Asia Pasifik. Indeks ini juga ikut melemah 0,6 persen ke 140,18.

Analis dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI) Reza Priyambada mengatakan maraknya penguatan harga saham konsumer dan saham properti tidak mampu menekan pelemahan IHSG..

“Maraknya penguatan harga saham-saham konsumer seiring penilaian akan murahnya bahan baku produksi karena turunnya sejumlah harga komoditi yang diiringi penguatan saham properti dan didominasi oleh saham-saham properti kelas menengah serta saham konstruksi, tidak mampu menahan pelemahan IHSG,” tulis Reza dalam risetnya yang diterima di Jakarta, Jumat (7/11).

Pada perdagangan Jumat (6/11) Reza memperkirakan IHSG akan berada pada rentang support 5.055-5.078 dan resisten 5.098-5.112. Laju IHSG gagal mendekati target resisten (5.096-5.115) dan berada di target support (5.055-5.075). Laju IHSG bergerak turun, namun masih terdapat daya beli untuk menahan pelemahan yang terjadi.

“IHSG membutuhkan konfirmasi sentimen untuk dapat bergerak rebound. Diharapkan sentimen global dan terutama sentimen domestik dapat lebih baik dari perkiraan kami,” pungkasnya.

()

(Eka)