Jakarta, Aktual.co — Analis pasar modal dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI) memprediksi laju Rupiah kembali mampu berada di zona hijau setelah pelaku pasar merespon pelemahan laju USD.

“Rupiah mampu berada di zona hijau seiring masih adanya imbas pernyataan salah 1 Kepala The Fed terkait masih diperlukannya program pembelian obligasi atau pemberian stimulus bagi ekonomi AS,” ujar Reza dalam riset yang diterima Selasa (20/10).

Di sisi lain, lanjutnya, laju Poundsterling yang menguat turut menopang pengutan laju Rupiah.

“Laju Rupiah diprediksi berada di atas level resisten Rp12.215. Cermati pergerakan sejumlah mata uang regional dengan memanfaatkan pelemahan laju USD,” terangnya

Sedangkan kurs tengah Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan berada pada rentang Rp12.075-12021.

Untuk diketahui, positifnya laju Rupiah pada perdagangan kemarin memanfaatkan pelemahan USD, hingga kembali tercatatnya nett buy asing (dari posisi nett sell Rp 691,38 menjadi nett buy Rp 760,24 miliar).

“Secara kebetulan, penguatan Rupiah dan IHSG terjadi di tengah pelantikan Jokowi-JK secara resmi sebagai Presiden dan Wapres,” pungkasnya.

(Eka)