Jakarta, Aktual.co — Jakarta, Aktual.co — Laju Rupiah pekan lalu mampu mengalami kenaikan seiring dengan pelemahan tipis laju Dolar Amerika Serikat (AS). Dolar AS mengalami tekanan pasca rilis klaim pengangguran AS yang meningkat.
“Persepsi terhadap akan dinaikannya Fed rate menjadi tertunda sehingga laju Dolar AS pun sempat tertekan,” ujar Kepala Riset dari Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada.
Lebih lanjut dikatakan Reza, menguatnya laju Euro seiring respon positif akan tercapainya kesepakatan Ukraina dan Rusia mampu memberikan sentimen positif pada laju Rupiah.
Pada Senin (16/2) Reza memperkirakan Rupiah berada di atas target level resisten 12.790, yaitu Rp12.750-12.774 (kurs tengah BI). Menurutnya, sentimen positif tersebut diharapkan dapat berlanjut di hari berikutnya.
“Meski diharapkan masih ada peluang penguatan namun, tetap mewaspadai potensi potensi pembalikan arah,” pungkasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
















