Jakarta, Aktual.co — Biaya politik untuk pemilihan kepala desa (pilkades) di Kabupaten Tangerang cukup tinggi, para calon rata-rata menyediakan anggaran Rp1 miliar lebih.
“Kalau hanya punya uang Rp500 juta jangan mencalonkan diri,” kata Kumaedi, seorang calon kades di Kecamatan Cikupa di Tangerang, Banten, Senin (25/5).
Kumaedi mengatakan dirinya sudah menyiapkan uang lebih dari Rp1 miliar untuk kampanye diantaranya pembuatan spanduk, pertemuan dengan warga serta membuat atribut lainnya.
Dia mengatakan belum lagi untuk biaya pertemuan dengan warga yang biasanya mencapai Rp5,5 juta hingga Rp12 juta.
Hal itu, katanya belum termasuk untuk membeli aneka makanan dan minuman dalam pertemuan tersebut.
Setelah pertemuan, kata dia, maka masing-masing warga diberikan amplop sebesar Rp20.000 untuk transportasdi yang jumlah peserta hadir mencapai ratusan orang.
Dia menambahkan ongkos politik bagi calon kades memang dianggap mahal apalagi di desa tersebut beroperasi puluhan pabrik dengan skala besar maupun kawasan perumahan.
Dadang Suhendro, calon kades di Kecamatan Jayanti bahwa biasanya kalau kampanye mendatangkan artis ibu kota untuk menghibur warga.
Dia mengatakan biasanya ada pemberian uang kepada calon sebelum mencoblosan, hal itu nilainya relatif besar dan jumlahnya banyak.
“Sering disebut serangan fajar, pagi menjelang Pilkades ada pembagian uang, itu kadang yang menentukan suara menang,” katanya.
Pilkades serentak yang rencananya digelar 14 Juni 2015 itu diikuti sebanyak 362 calon untuk merebut kursi sebanyak 78 desa tersebar pada 29 kecamatan.
Penyelenggaraan Pilkades berpatokan pada Perbup No.79 Tahun 2014 dan Keputusan Bupati Tangerang No.140/Kep131-HUK/2015 tentang Penetapan Pelaksanaan Pilkades Serentak.
Jumlah pemilih sesuai data tahun 2014 yang tersebar pada 29 kecamatan yakni 2.156.867 jiwa dari sekitar 3,2 juta jiwa, hal itu berdasarkan sebagai pemilik KTP elektronika.
Pemkab Tangerang mengeluarkan dana sebesar Rp10,49 miliar yang berasal dari APBD 2015 untuk membiayai Pilkades.
Sementara itu, Camat Cikupa Hendar Herawan membenarkan para calon kades di wilayahnya telah mempersiapkan dana relatif besar mencapai ratusan juga hingga milyaran.
“Biasanya uang habis untuk kampanye dengan biaya besar sebagai bukti menunjukan kekuatan dengan mendatangkan artis ibu kota,” katanya.
Artikel ini ditulis oleh:
Andy Abdul Hamid

















