Dr. Yudi Latief

Jakarta, Aktual.com-Direktur Eksekutif, Reform Institute Yudi Latief bersama 11 tokoh nasional memperoleh penghargaan “Bhinneka Tunggal Ika Award 2017” yang diselenggarakan LKBN Antara bersama Lembaga Pemilih Indonesia (LPI) di Wisma Antara, Jakarta, Senin, (22/5).

Kedua belas tokoh tersebut meraih penghargaan atas sikap, tindakan, dan komitmennya dalam menjaga persatuan dan kebhinnekaan di NKRI.

Boni memaparkan alasan penganugerahan Penghargaan Bhineka Tunggal Ika kepada Yudi Latief lantaran Yudi sendiri merupakan tokoh intelektual yang pluralis yang dikenal luas dengan gagasannya yang inklusif , moderat dan nasionalis.

“Ia konsisten berbicara tentang kebangsaan , Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhineka Tunggal Ika,” urai Boni.

Disamping itu, tambah Boni Yudi juga aktif mengadvokasi masyarakat bawah dan kelas menengah untuk memperjuangkan apa yang disebut Empat Pilar.

“Gagasan besar Yudi memberikan sumbangan berharga bagi bangsa seperti yang tertuang dalam bukunya yang berjudul Negara Paripurna. Pada buku ini Yudi memberikan pencerahan berharga bagi rakyat, bahwa pancasila adalah dasar dan ideologi negara bukan kitab suci,” urai Boni.

Menurut Direktur LPI Boni Hargens mengatakan selain Yudi Latief para tokoh yang memperoleh penghargaan yakni Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri, Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Kepala BIN Jenderal Pol Budi Gunawan, Ketua PBNU Said Aqil Siradj, Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian.

Selain itu tokoh bangsa Shinta Nuriyah Wahid, mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif, Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, Budayawan Magnis Suseno serta pendiri Nurcholish Madjid Society.

“Kami secara obyektif dan serius berjuang memberi apresiasi beberapa tokoh ini,” kata Boni saat memberi kata sambutannya.

Penghargaan ini kata Boni diberikan sebagai langkah merespon situasi bangsa sekarang ini di mana Rakyat Indonesia merasakan keresahan bersama tentang kebangkitan kelompok garis keras yang dinilai bisa mengancam keutuhan bangsa.

“Tujuan acara penghargaan ini untuk mengapresiasi jasa tokoh bangsa, agar masyarakat mayoritas yang selama ini diam jadi bangkit dan bergerak bersama,” kata Boni.

 

Pada kesempatan yang sama Direktur Utama LKBN Antara Meidyatama Suryodiningrat mengatakan LKBN Antara merasa bangga ikut terlibat pada acara penghargaan Bhinneka Tunggal Ika Award 2017.

Sebagai sebuah kantor berita yang merekam sejarah berdirinya Bangsa Indonesia, sambung pria yang aktrab dipanggil Dimas, Antara berkomitmen bisa mendampingi, mendukung dan mendorong kreativitas di Tanah Air.

“Antara didirikan pada tanggal 13 Desember 1937 oleh A.M. Sipahoetar, Mr. Soemanang, Adam Malik dan Pandoe Kartawigoena, mereka ingin mewujudkan cita-cita semangat kebangsaan mereka saat itu. Itu lah mengapa Antara bangga bisa ikut menjadi bagian dalam acara ini,” ucap Dimas.

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaan Situs