Jakarta, aktual.com – Menanggapi video viral percakapan presiden Jokowi dengan Benny Ramdhani pada acara Nusantara Bersatu di Gelora Bung Karno pada Sabtu, (26/11).

Dalam video tersebut terlihat kepala BP2MI menyampaikan masukan kepada presiden Jokowi terkait bagaimana menghadapi para pengkritik. Benny juga menyampaikan siap menyerang dan meminta presiden menggunakan hukum untuk menjerat para pengkritik.

“Benny sebaiknya fokus pada tupoksi sebagai kepala BP2MI, bukan malah menjadi relawan dan memberikan masukan yang dapat merusak demokrasi Indonesia. Benny kan masih banyak pekerjaan rumah di BP2MI, masih banyak persoalan yang dihadapi oleh para pekerja migran Indonesia. Janganlah membuat kerja Presiden Jokowi selama delapan tahun lebih dan sudah sangat baik jadi rusak karena hanya cari perhatian,” Kata Yulisa Baramuli, Selasa (29/11).

Lebih lanjut Yulisa yang merupakan Ketua DPP Partai NasDem bidang Migran juga meminta Benny fokus kerja agar pekerja migran Indonesia tidak mendapatkan masalah di luar negeri. Ada 3 juta lebih pekerja migran Indonesia di berbagai negara. Harusnya Benny fokus mengurus mereka, sebab mereka merupakan warga negara dan pahlawan devisa yang harus dilindungi.

“Video viral tersebut juga memperlihatkan bahwa Benny lebih sibuk mengurusi politik daripada pekerjaan utama, bahkan mengatakan siap menyerang balik pengkritik Jokowi. Padahal kritik merupakan hal lumrah dan bagian dari demokrasi, agar pemerintah bisa bekerja lebih baik dalam menyejahterakan rakyat,” Tutur Yulisa

Yulisa juga meminta presiden Jokowi tidak terpengaruh oleh masukan Benny tersebut.

“Semoga presiden Jokowi tidak terpengaruh oleh masukan Benny. Malah bagus jika presiden Jokowi menegur Benny dan memintanya fokus pada kerja. Sebab presiden Jokowi seorang negarawan bukan politisi seumur jagung,” Tutup Yulisa

(Rizky Zulkarnain)