Jakarta, Aktual.com — Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), berkilah tidak mengetahui uang Rp1 miliar yang disodorkan Sekretaris Daerah (Sekda) Saefullah kepada warga Luar Batang, Senin (2/5) malam.

“Enggak tahu duit dari mana sekda, mungkin nanti mau rapihin seluruh PKL (pedagang kaki lima), mungkin. Bukan kasih duit ke warga. Duit dari mana sekda,” dalihnya di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (3/5).

Menurut bekas politikus tiga partai ini, kehadiran Saefullah untuk dialog tersebut dengan agenda jelas, yakni menata PKL dan memberikan petugas seragam.

“Kalau kamu enggak ada pegawainya, kamu enggak tahu mana yang orang luar, mana enggak. Kan kita mau jadikan wisata religi, kan?” kilahnya.

Namun, Ahok membantah, bahwasanya kehadiran bekas walikota Jakarta Pusat itu karena penugasan. Alasannya, telah menemui perwakilan warga pada pekan lalu. “Ketemu sama pengurus masjidnya,” ucapnya.

Eks bupati Belitung Timur selama 17 bulan ini pun tidak mengetahui, apakah ada provokator dibalik kisruhnya dialog antara perwakilan Pemprov DKI dengan warga setempat, selama. Dia kini menyerahkan kepada kepolisian untuk mengusutnya.

Diketahui, Sekda DKI Saefullah, Plt Walikota Jakut Wahyudi, Camat Penjaringan Abdul Khalid, Lurah Penjaringan Suranta, dan seorang personil Satpol PP menemui warga Luar Batang, di kantor Kecamatan Penjaringan, Senin (2/5) malam.

Selain membahas rencana penggusuran, pada kesempatan tersebut Bang Ipul, sapaan Saefullah, sempat menjanjikan uang hingga Rp1 miliar untuk membantu pengelolaan Masjid Luar Batang.

Namun, pengurus masjid menolaknya, lantaran kontra terhadap rencana Pemprov DKI menggusur warga Kampung Luar Batang.

Setelah pertemuan di kantor camat, Saefullah berencana mendatangi Masjid Luar Batang. Tapi, disarankan mengurungkannya, demi menghindari kejadian yang tak diinginkan.

Namun, Saefullah tetap melenggang ke tempat ibadah sarat sejarah tersebut. Akhirnya, ketika di lokasi, terjadi kericuhan. Apalagi, di dekat lokasi, rumah ketua RW 02 tepatnya, sedang ada rapat lanjutan membahas aksi massa di Balaikota DKI, hari ini.

()

(Eka)