Kupang, aktual.com – Sekitar 1.900 ruangan sekolah dasar maupun sekolah menengah pertama yang tersebar di 172 desa/kelurahan di 24 kecamatan di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, rusak menurut data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat.

Di sela peresmian perbaikan SDN Bimous di Kecamatan Amarasi Timur, sekitar 48 kilometer dari Oelamasi, ibu kota Kabupaten Kupang, Senin, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kupang Imanuel Buan mengatakan bahwa dengan kondisi keuangan yang terbatas pemerintah daerah tidak bisa memperbaiki seluruh ruangan sekolah yang rusak.

Ia mencontohkan, tahun 2019 alokasi anggaran pemerintah daerah untuk perbaikan bangunan sekolah yang rusak hanya mencakup perbaikan 80 ruangan sekolah.

Oleh karena itu, ia mengatakan, pemerintah daerah mengapresiasi bantuan dari lembaga nonpemerintah untuk memperbaiki bangunan sekolah yang rusak, termasuk bantuan TX Foundation asal Taiwan yang bekerja sama dengan Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif, dan Kemitraan Masyarakat Indonesia (YAPPIKA)-ActionAid dan Bengkel APPeK (Advokasi Pemberdayaan dan Pengembangan Kampung).

TX Foundation dan mitranya sudah membantu perbaikan sekolah di Kabupaten Kupang, termasuk di antaranya perbaikan bangunan SDN Dendeng di Kecamatan Kupang Tengah, SDN Onitua di Kecamatan Kupang Barat, SDI Raknamo di Kecamatan Amabi Oefeto, dan SDN Bimous di Kecamatan Amarasi Timur.

“Tentu bantuan ini sangat membantu kami di daerah dengan kondisi keuangan yang terbatas seperti ini,” kata Imanuel.

Imanuel menjelaskan, pemerintah daerah selama ini hanya bisa mengandalkan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat untuk memperbaiki bangunan sekolah yang rusak.

“Tahun lalu kami dapat DAK sekitar Rp80-an miliar dan pada 2020 ini juga sekitar itu sehingga memang masih sulit untuk pembenahan menyeluruh,” katanya.

Pemerintah daerah mendapat bantuan dari lembaga nirlaba dalam memperbaiki bangunan sekolah yang rusak.
​​​​​​
“Tahun lalu kami juga dapat bantuan dari LPM2, tahun ini TX Foundation, jadi pelan-pelan, kita berdoa dan berharap ada bantuan lain ke depan untuk mengatasi keterbatasan di daerah ini,” katanya.

(Eko Priyanto)