Jakarta, Aktual.co —Wakil Presiden terpilih Jusuf Kalla (JK), mengatakan bahwa masalah yang dihadapi bangsa Indonesia khususnya pada akhir tahun ini akan mengalami situasi dimana negara akan mengalami berbagai defisit, mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), neraca pembayaran, hingga ke perdagangan. Namun JK optimis meski semua serba  mengalami defisit, ekonomi pada tahun ini dapat tumbuh hingga 5,2% . Hal itu dia kemukakan saat memberikan sambutan pada acara syukuran atas kemenangan pasangan Capres Jokowi-JK yang diselenggarakan oleh Komunitas Pengusahan dengan tema “Harapan Relawan Komunitas Pengusaha Kepada Pemerintahan Jokowi-JK” yang digelar di Bima Sena, Darmawangsa Hotel, Jakarta, Senin, (15/9/2014) malam.

Kemudian JK juga mengatakan pada sisi negatifnya permerintah yang dipimpin oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pada kurun waktu lima tahun terakhir dinilai lamban dalam mengambil kebijakan, namun pada sisi positifnya ditengah ekonomi mengalami berbagai defisit dan lambatnya pemerintah dalam membuat kebijakan, ekonomi masih bisa tumbuh 5,5%.

Lebih lanjut JK juga mengungkapkan, banyaknya import bahan bakar yang dijual murah menjadi sebab utama terjadinya berbagai defisit, sehingga pemerintah harus mensubsidi kalangan menengah hingga 1,2 triliun perhari, yang kemungkinan akan terus bertambah hingga 1,5 triliun perhari jika pemerintah terus membiarkan kebijakan itu.

(Warnoto)