Jakarta, Aktual.com — Berawal dari ‘serangan fajar’ di Baur AU LAC Hotel di kota Zurich, Swiss, saat itu lebih dari belasan pejabat FIFA yang didakwa atas tuduhan pemerasan konspirasi dan korupsi, ditangkap oleh penyidik FBI yang bekerjasama dengan Kepolisian Swiss.

Kontan, penangkapan tersebut, membuat organisasi sepakbola dunia itu menjadi ‘goyang’. Apalagi FIFA berencana menggelar kongres untuk pemilihan Presiden barunya.

Fakta lain yang tak kalah memalukan kembali melanda FIFA saat Departemen Kehakiman AS melansir 16 pejabat FIFA yang didakwa melakukan korupsi dan kecurangan pajak. Dengan demikian, total sudah ada 41 orang pejabat FIFA yang akan menjalani proses hukum.

Di antara mereka yang terlibat dalam skandal dari zona CONCACAF sebagai berikut:

1. Alfredo Hawit, Presiden CONCACAF dan saat ini wakil presiden FIFA
2. Ariel Alvarado, anggota Komite Disiplin FIFA dan mantan presiden federasi sepakbola Panama
3. Rafael Callejas, mantan presiden federasi sepakbola Honduras
4. Brayan Jimenez, presiden federasi sepakbola Guatemala
5. Rafael Salguero, mantan anggota Komite Eksekutif FIFA dan mantan presiden federasi sepakbola Guatemala
6. Hector Trujillo, sekretaris jenderal federasi sepakbola Guatemala
7. Reynaldo Vasquez, mantan presiden federasi sepakbola El Salvador

Para pejabat FIFA yang terlibat (didakwa) dari zona CONMEBOL di antaranya:

1. Juan Malaikat Napout, presiden CONMEBOL dan saat ini wakil presiden FIFA
2. Manuel Burga, mantan presiden federasi sepakbola Peru
3. Carlos Chavez, bendahara CONMEBOL, mantan presiden federasi sepakbola Bolivia
4. Luis Chiriboga, presiden federasi sepakbola Ekuador
5. Marco Polo del Nero, presiden federasi sepakbola Brazil dan mantan anggota Komite Eksekutif FIFA
6. Eduardo Deluca, mantan sekretaris jenderal CONMEBOL
7. Jose Luis Meiszner, sekretaris jenderal saat CONMEBOL
8. Romer Osuna, mantan bendahara CONMEBOL
9. Ricardo Teixeira, mantan presiden federasi sepakbola Brasil dan mantan anggota Komite Eksekutif FIFA

Departemen Kehakiman AS juga sedang mengusut dugaan korupsi dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2018 dan 2022. Baru-baru ini, dua pejabat FIFA kembali ditangkap di lokasi yang sama dengan penangkapan 12 anggota Eksekutif FIFA sebelumnya.

Mereka adalah Hawit dan Napout yang masing-masing menjabat sebagai Presiden CONCACAF dan CONMEBOL.

Artikel ini ditulis oleh: