Titik panas terdeteksi di Riau. (ilustrasi/aktual.com)

Pekanbaru, Aktual.com – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru mendeteksi sedikitnya 211 hotspot atau titik panas tersebar di Pulau Sumatera, yang mengindikasikan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru, Sabtu (29/9), Provinsi Riau paling banyak titik panas yakni 73 titik, diikuti Sumatera Selatan terdata 70 titik.

Kemudian Provinsi Jambi terdata 27 titik, Bangka Belitung 24 titik, Lampung sembilan titik, Bengkulu enam titik, dan Sumatera Barat dua titik.

Kepala BMKG Stasiun Pekanbaru, Sukisno, mengatakan titik panas di Riau tersebar di empat daerah. Paling banyak adalah Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sebanyak 51 titik, kemudian Indragiri Hulu (Inhu) 13 titik, Pelalawan senam titik, dan Kepulauan Meranti tiga titik.

Titik panas dengan tingkat keakuratan di atas 70 persen mencapai 54 titik, yang artinya ada puluhan titik api karhutla.