Jakarta, Aktual.co — Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad, membenarkan soal Operasi Tangkap Tangan terhadap Mantan Bupati Bangkalan, Jawa Timur, Fuad Imron Amin.
Namun Samad lebih memilih tak mengomentari terkait OTT tersebut. “Ini kan masih terus dilakukan pemeriksaan. Kalau kita terlalu prematur memberikan penjelasan, saya khawatir akan mengganggu jalannya pemeriksaan,” Kata Samad di Gedung Kartini, Selasa (2/12).
Samad mengatakan, saat ini penyidik KPK tengah menggali keterangan dari Fuad di Gedung KPK, Jakarta dan pihaknya berjanji akan memberikan keterangan kepada pers setelah pemeriksaan selesai dalam 1 x 24 jam.
“Ini masih terus akan digali. Kalau kita tiba-tiba mengeluarkan kesimpulan, ini kan masih ada jejak-jejak orang lainnya yang ingin dikembangkan sebenarnya,” ujar dia.
Meskipun demikian, Samad membenarkan jika yang diciduk dalam OTT yang digelar di Bangkalan itu, adalah Mantan Bupati Bangkalan yang kini menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Bangkalan.
“Ya, penyelenggara negara,” kata dia.
Sebelumnya, Wakil Ketua KPK Adnan Pandu Praja membenarkan OTT yang dipimpin oleh penyidik KPK AKBP Novel Baswedan itu dilakukan sekitar pukul 00.30 dini hari.
Saat digrebek, Fuad kedapatan tengah melakukan transaksi pembayaran senilai Rp 700 juta, suplay gas oleh BUMD setempat. Menurut Adnan, selain Fuad, juga turut diciduk dua orang lain yang berasal dari swasta.

Artikel ini ditulis oleh:

Wisnu