Malang, Aktual.co — Muchammad Munir, mahasiswa semester I Fakultas Ekonomi, UIN Maliki Malang, yang hilang di pantai Bajul Mati sejak Sabtu (28/11), berhasil ditemukan oleh petugas gabungan dari Satpolair dan PMI Kabupaten Malang, pukul 05.30 WIB pagi tadi.
Kepala Bagian Humas UIN Maliki Malang, Sutaman, mengatakan, aktivitas korban bersama rekannya tidak masuk dalam pantauan kampus. Sebab, kegiatan itu dilakukan oleh UKM diluar yang diakui pihak UIN Maliki Malang.
“Koperasi Mahasiswa yang mengadakan kegiatan itu diluar dari UKM Kampus,” tegas Sutaman.
Meski begitu, pihak UIN tetap bertanggung jawab terhadap kejadian ini, pasalnya korban tercatat resmi sebagai mahasiswa. “Kami sudah kirimkan orang dari Kemahasiswaan untuk ke rumah duka,” tegasnya.
UIN Maliki Malang akan intensif melakukan pengawasan, sebab kejadian naas seperti ini bisa terjadi lagi, walau diluar sepengetahuan kampus.
Kejadian tragis ini bermula saat korban bersama dengan 80 rekannya mengadakan bakti sosial menanam pohon Mangrove di kawasan Pantai Bajul Mati.
Sebanyak 15 orang termasuk korban, akhirnya memutuskan ke pantai Ungaran untuk melihat pemandangan. Korban bersama 4 rekannya memilih bermain di bibir pantai. Lantaran derasnya ombak, korban akhirnya terbawa arus dan tidak terselamatkan.
Info yang berhasil dihimpun Aktual.co dilapangan, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Jalan Margomulyo RT 07, RW 06 Desa Ngembal, Wajak, karena pihak keluarga korban menolak untuk otopsi.
Kasus mahasiswa terseret ombak pantai di Kabupaten Malang sebelumnya pernah terjadi.
Artikel ini ditulis oleh:

















