Arsip - Warga Kuba menaiki becak listrik dan sepeda selama pawai anti-imperialisme di tengah kekurangan yang terus berlanjut dan pemadaman listrik yang berkepanjangan, saat pulau itu menghadapi tekanan ekonomi yang semakin dalam di bawah embargo Amerika Serikat terhadap Kuba yang telah berlangsung selama beberapa dekade, 2 April, 2026. (ANTARA/Juancho Torres/Anadolu/pri)
Arsip - Warga Kuba menaiki becak listrik dan sepeda selama pawai anti-imperialisme di tengah kekurangan yang terus berlanjut dan pemadaman listrik yang berkepanjangan, saat pulau itu menghadapi tekanan ekonomi yang semakin dalam di bawah embargo Amerika Serikat terhadap Kuba yang telah berlangsung selama beberapa dekade, 2 April, 2026. (ANTARA/Juancho Torres/Anadolu/pri)

Istanbul, aktual.com – Spanyol, Meksiko, dan Brazil pada Sabtu mendesak Amerika Serikat terlibat dalam dialog secara tulus dan saling menghormati dengan Kuba, di tengah memburuknya situasi kemanusiaan di negara pulau tersebut.

Ketiga negara menyampaikan keprihatinan mendalam atas krisis kemanusiaan yang dihadapi rakyat Kuba dan mendesak langkah yang diperlukan untuk meringankan kondisi tersebut.

Mereka memperingatkan terhadap tindakan yang dapat memperburuk kondisi kehidupan penduduk atau melanggar hukum internasional, serta berkomitmen meningkatkan respons kemanusiaan secara terkoordinasi.

Negara-negara tersebut juga menegaskan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip Piagam PBB, termasuk integritas teritorial, kesetaraan kedaulatan, dan penyelesaian sengketa secara damai.

Mereka menegaskan kembali komitmen terhadap hak asasi manusia, nilai demokrasi, dan multilateralisme, serta mendorong dialog sesuai hukum internasional.

“Tujuannya adalah menemukan solusi jangka panjang dan memastikan rakyat Kuba menentukan masa depan mereka secara bebas,” demikian pernyataan tersebut.

Kuba menghadapi krisis ekonomi berkepanjangan yang ditandai kekurangan bahan bakar, pemadaman listrik bergilir, serta keterbatasan akses terhadap pangan dan obat-obatan.

Pemerintah Kuba menyalahkan sanksi AS selama puluhan tahun sebagai penyebab utama, sementara pihak AS menilai masalah struktural ekonomi sebagai faktor utama.

Artikel ini ditulis oleh:

Rizky Zulkarnain