Jakarta, Aktual.co — Polda Bali mengerahkan satu pleton pasukan anti huru-hara untuk mengantisipasi terjadi kericuhan di Musyawarah Nasional Partai Golongan Karya yang digelar di Bali.
“Pertama kami sampaikan (kondisi di Bali) aman tetapi perkembangan terakhir ada kemungkinan anarkis. Kalau kemungkinan anarkis, kami harus siapkan pasukan di tempat tertentu dan berikan arahan kepada anggota untuk menjaga kegiatan,” kata Kepala Polda Bali Inspektur Jenderal Albertus Julius Benny Mokalu usai gelar pasukan pengamanan Munas Golkar di Markas Polda Bali di Denpasar, Minggu (30/11).
Dalam gelar pasukan itu dihadirkan 34 pasukan anti huru-hara dengan seragam berwarna hitam dilengkapi pelindung kepala dan senjata api. Dia menjelaskan bahwa selain analisa intelijen, pihaknya juga telah menerima laporan berupa pesan singkat terkait adanya indikasi aksi anarkis.
“Memang ada sms yang masuk tetapi kami melihat fakta dengan cek di lapangan misalnya pelabuhan tetapi tidak ada karena mereka datangnya ‘silent’. Isinya mungkin ada kelompok tertentu yang datang tetapi kami tidak tahu siapa.”
Selain mengerahkan pasukan dengan sistem terbuka, kata dia, polisi juga mengerahkan pasukan intelijen dengan sistem kerja tertutup. Namun mantan Kepala Polda Bengkulu itu tidak menyebutkan secara menyeluruh jumlah personel yang dikerahkan hanya menyebutkan dua per tiga kekuatan Polda Bali yang berjumlah 12 ribu personel.
Munas Golkar dijadwalkan dibuka Minggu malam pada pukul 20.00 Wita di Bali Internasional Convention Center di Nusa Dua, Kabupaten Badung.
Pertemuan akbar partai berlambang pohon beringin itu dihadiri oleh sejumlah petinggi partai termasuk DPD I dan II dari seluruh Indonesia dengan salah satu agenda memilih ketua umum.
Artikel ini ditulis oleh:
Wisnu

















