Teheran, aktual.com – Blokade Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz dapat menyebabkan terganggunya gencatan senjata antara Teheran dan Washington, kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, kepada RIA Novosti.
“Blokade Selat Hormuz adalah langkah provokatif, melanggar hukum internasional, dan dapat menyebabkan terganggunya gencatan senjata. Dalam hal ini, angkatan bersenjata kami siap mengambil tindakan yang diperlukan,” kata Baghaei, sebagaimana dilaporkan, Kamis (16/4).
Pada 13 April, Angkatan Laut AS mulai memblokade seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz, yang mencakup sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, produk petroleum, dan LNG.
Washington menyatakan bahwa kapal non-Iran tetap bebas melintasi Selat Hormuz selama tidak membayar pungutan kepada Teheran. Otoritas Iran belum mengumumkan penerapan pungutan di selat, tetapi telah membahas rencana tersebut.
Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap puluhan target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan korban sipil.
Iran membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri. Banyak negara di kawasan tersebut menutup sepenuhnya atau sebagian wilayah udara mereka di tengah risiko serangan rudal dan drone.
Pada Sabtu (11/4), Iran dan AS mengadakan pembicaraan di Islamabad setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa ia telah mencapai kesepakatan dengan Teheran mengenai gencatan senjata selama dua pekan.
Pada Ahad (12/4), Pemimpin delegasi perundingan AS, Wakil Presiden J.D. Vance, mengatakan Iran dan AS gagal mencapai kesepakatan dalam negosiasi tersebut. Delegasi AS kembali ke negaranya tanpa membawa hasil.
Artikel ini ditulis oleh:
Rizky Zulkarnain
















