Medan, Aktual.co — Kaum buruh di Sumatera Utara mendesak agar pemerintah segera memenuhi hak-hak normatif buruh. Atau jika tidak,  Presiden Jokowi-JK wajib mundur.

“Kami meminta agar Jokowi-JK segera memenuhi hak-hak normative dan kesejahteraan buruh. Jika tidak sebaiknya Jokowi-JK mundur saja dari jabatannya sebagai Presiden dan Wakil Presiden,” tegas salah seorang Orator Konsolidasi Gerakan Rakyat Sumatera Utara (KGR-SU), di depan gedung DPRD Sumut, jalan Imam Bonjol, Medan, Jumat (1/4).

Menurutnya,  kekayaan alam yang dimiliki Indonesia ternyata tak dapat mensejahterakan rakyat yang mayoritas bekerja sebagai buruh dan petani.  Pada prakteknya,  kaum pemodal dan pengusaha justru bebas bertindak sewenang-wenang mengeruk kekayaan alam serta merampas tanah dan menghisap keringat buruh.

“Dan anehnya, ini malah dilindungi oleh Pemerintah dengan menutup mata dan memberikan ruang penghisapan,” cetusnya lagi.

Di Sumut sendiri, persoalan buruh masih ‘mengintai ‘ keharmonisan ketenagakerjaan.  Berbagai persoalan pun bermunculan. Diantaranya masalah UMK, tunjangan kerja, upah lembur, status kerja, hak cuti terutama bagi perempuan, bonus kerja,  peralatan kerja yang layak,  diskriminasi pekerjaan hingga pemotongan upah.

“Sistem perburuhan di Indonesia masih jauh dari harapan. Satu tahun pemerintahan Jokowi-JK ternyata tidak memberikan satu kepastian atas kesejahteraan rakyat Indonesia,” tukasnya.

Selain massa KGR-SU yang bergabung dengan sejumlah elemen Mahasiswa, massa Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) juga menggelar aksi serupa.

Ratusan massa yang dipimpin Minggu Saragih itu menyampaikan sejumlah tuntutan.  Seperti, penolakan wacana penaikan upah dua tahun sekali, serta tuntutan penaikan upah hingga 50 persen dan revisi Kriteria Hidup Layak (KHL) dari 84 item menjadi 122 item.

Iringan-iringan ratusan buruh melakukan ‘longmarch’ mengelilingi kota Medan. Terlihat, kendaraan odong-odong dan puluhan anak-anak juga ikut meramaikan peringatan ‘May Day’ tersebut.

Sementara itu, ratusan personel Kepolisian diturunkan untuk mengamankan sejumlah objek vital yang menjadi titik aksi unjuk rasa buruh.

Artikel ini ditulis oleh: