Jakarta, Aktual.co — Permintaan elpiji ukuran tiga kilogram di Temanggung meningkat memasuki musim hujan, namun pasokan terbatas sehingga sejumlah pengecer kehabisan stok.
Seorang pengecer elpiji ukuran tiga kilogram di Kelurahan Sidorejo Nurjanah di Temanggung, mengatakan bahwa akhir-akhir ini pasokan dari pangkalan sering terlambat sehingga konsumen harus antre untuk mendapatkannya.
Jika sebelumnya setiap dua hari sekali mendapat pasokan, namun sekarang tiga hingga empat hari baru ada pasokan dan terbatas.
Seorang pemilik pangkalan elpiji di Brojolan, Agus mengaku sebelumnya bisa mendapatkan jatah hingga 500 tabung per hari, namun sekarang maksimal hanya mendapat 240 tabung per hari.
“Pasokan elpiji sangat terbatas, maka tidak semua permintaan pengecer bisa kami penuhi agar semua pengecer mendapatkan bagian maka jatahnya kami kurangi, kalau biasanya mendapat 20 tabung, kini hanya mendapat 10 tabung,” katanya, Kamis (27/11).
Sebelum kenaikan harga BBM, pihaknya menjual elpiji ke pengecer Rp15.500 per tabung, kini menjadi Rp16.000 per tabung.
Hal yang sama dialami pemilik pangkalan elpiji di Desa Ngebel, Kecamatan Kandangan, Kasman yang mengatakan kalau sebelumnya bisa mendapatkan jatang 175 hingga 200 tabung per hari kini hanya mendapat 140 tabung per hari.
“Jatah elpiji berkurang untuk mendapatkan jatah tersebut kami harus antre pada agen dari pukul 08.00 WIB hingga siang hari,” katanya.
Anggota tim monitoring tata niaga elpiji Kabupaten Temanggung, Arief Mujiono mengatakan bahwa jatah dari agen ke pangkalan tidak ada pengurangan, namun sebelumnya ada pasokan tambahan delapan persen untuk September dan Oktober 2014 dari kuota harian di Temanggung sebanyak 15.743 tabung per hari, sedangkan bulan November 2014 hanya mendapat pasokan tambahan dua persen.
Artikel ini ditulis oleh:

















