Jakarta, Aktual.co —Awal tahun ini, HSBC (Hongkong and Shanghai Banking Corporation) dilanda sejumlah permasalahan terkait data rahasia perusahan yang bocor ke publik. Dari data tersebut, pihak HSBC Swiss diduga membantu para Nasabah kaya raya untuk mangkir dari pembayaran pajak, dan menyembunyikan aset bernilai jutaan dolar.
Masalah lain yaitu, membagikan uang tunai pada Nasabah tanpa bisa dilacak, serta memberi saran kepada para Nasabah tentang cara menghindari pajak dari otoritas pajak di masing-masing negara.
HSBC menerangkan, bahwa saat ini pihaknya berada dalam penyelidikan Hakim Prancis atas tuduhan pelanggaran pajak beberapa waktu silam di Bank HSBC Swiss. HSBC kembali mengatakan, bahwa pembayaran uang jaminan sebesar USD1.075 miliar telah dikenakan pada pihaknya.
BBCBusiness melaporkan, Senin (13/4), HSBC berpendapat, bahwa keputusan Hakim Perancis tersebut merupakan keputusan yang tanpa dasar hukum. Dan, jaminan yang tak beralasan serta berlebihan. Pihak HSBC juga akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.
Untuk diketahui, penyelidikan terkait dugaan pelanggaran pajak di bank HSBC Swiss mulai digelar pada 2006 dan 2007. Dokumen HSBC Swiss yang diperoleh otoritas Prancis dari mantan kontraktor IT, Have Falciani pada tahun 2009 akhirnya bocor ke media awal tahun ini.
Terdapat sekitar 30 ribu rekening di bank swasta yang berbasis di HSBC Jenewa, Swiss bocor ke pihak otoritas Prancis.
Artikel ini ditulis oleh:














