Brussel, Aktual.co — Komisaris Eropa Urusan Penanganan Krisis dan Bantuan Kemanusiaan Christos Stylianides pada Sabtu (11/4) mengutuk pembunuhan belum lama ini lima orang yang bekerja buat organisasi internasional non-pemerintah di Afghanistan.
“Saya dengan keras menyeru semua pihak untuk memastikan organisasi-organisasi kemanusiaan mendapatkan akses tanpa hambatan dan aman ke orang-orang yang yang memerlukan bantuan dan menderita konsekuensi bertahun-tahun konflik,” kata Stylianides di dalam satu pernyataan.
Ia menambahkan kekerasan terhadap pekerja bantuan adalah pelanggaran besar terhadap Hukum Kemanusiaan Internasional.
Menurut laporan media, mayat lima pekerja bantuan yang bekerja untuk organisasi Save the Children ditemukan pada Jumat di Afghanistan Selatan, demikian laporan Xinhua –yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad pagi.
Seorang juru bicara gubernur provinsi menuduh Taliban sebagai pelaku serangan tersebut.
Sementara itu, bentrokan antara pasukan Afghanistan dan anggota Taliban menewaskan 22 orang termasuk lima personel keamanan dan melukai 42 orang lagi di Provinsi Badakhshan, Afghanistan Utara, pada Jumat (10/4), kata Wakil Kepala Polisi Provinsi Sakhidad Haidari pada Sabtu.
“Bentrokan mematikan meletus di Daerah Khostak, Kabupaten Jarm, Jumat pagi, dan berlangsung sampai larut malam. Selama bentrokan itu, 22 orang, lima personel keamanan dan 17 petempur Taliban, telah tewas dan 42 orang lagi –30 gerilyawan dan 12 personel keamanan cedera,” kata Haidari kepada Xinhua.
Delapan dari 17 gerilyawan yang tewas dalam pertempuran adalah warga negara asing, kata pejabat tersebut.
Namun, ia tidak mengidentifikasi kewarganegaraan mereka.
Sementara itu, Zabihullah Mujahid –yang mengaku berbicara untuk cabang Taliban yang berhubungan dengan media– membenarkan konflik tersebut. Ia menambahkan hanya lima gerilyawan telah tewas dan sembilan orang lagi cedera dalam bentrokan yang berlangsung selama berjam-jam.
Ia juga menyatakan gerilyawan menewaskan 26 personel keamanan dalam konflik tersebut, namun pernyataan itu dibantah oleh polisi sebagai tak berdasar.
Artikel ini ditulis oleh:
Andy Abdul Hamid














