Jakarta, Aktual.co — Sudah 100 ribu warga di Yaman telah meninggalkan rumah mereka pasca koalisi Saudi melancarkan serangan udara di wilayah tersebut.
Juru Bicara dari PBB, Rajak Madhok mengatakan, meraka yang meninggalkan rumah sebagian besar adalah kaum perempuan dan anak-anak.
“Sebagian besar pemindahan terjadi dari dan dalam al-Dhale, Abyan, Amran, Saada, Hajja. Orang yang terlantar sebagian besar menjadi host dengan kerabat,” kata Madhok seperti dilaporkan Aljazeera, Rabu (8/4).
Sebelumnya UNICEF mengaku telah memberikan bantuan terhadap korban perang yaitu anak-anak dan kaum hawa. Data yang diperoleh UNICEF menyebutkan, sebanyak 74 anak-anak tewas dalam serangan itu dan 44 lainnya mengalami luka-luka sejak 26 Maret lalu.
“Ini adalah angka konservatif dan UNICEF percaya bahwa jumlah anak yang tewas jauh lebih tinggi,” kata pernyataan itu.
Sementara itu, perwakilan Yaman, Julian Harneis menyebutkan, anak-anak yang menjadi korban peperangan harus dilindungi.
“Anak-anak ini harus segera diberikan penghormatan khusus dan perlindungan oleh semua pihak dalam konflik, sejalan dengan hukum kemanusiaan internasional,” kata Harneis. (Laporan: Wisnu Yusep)
Artikel ini ditulis oleh:















