Jakarta, Aktual.co —Rusia berniat menjadi negara pertama yang meratifikasi perjanjian Foreign Currency Reserve Pool di kelompok negara yang tergabung dalam BRICS.
Demikian pernyataan Russian Foreign Ministry Ambassador-at-Large, Vadim Lukov (3/4) seperti diberitakan TASS Russian News Agency.
“An agreement will be ratified soon on establishing a pool of foreign currency reserves. Russia will most likely be the first country to do this,” kata Lukov.
Rencana pembentukan cadangan devisa bersama kelompok negara BRICS yang terdiri dari negara Brasil, Rusia, India, Tiongkok dan Afrika Selatan itu diperkirakan mencapai angka USD100 triliun.
Rencananya, Afrika Selatan akan memasukkan sebesar USD5 triliun. Rusia, India dan Brasil secara bersama akan menyumbang USD18 triliun. Sedangkan selebihnya akan di-handle Tiongkok.
Jika salah satu anggota BRICS terjadi masalah di neraca pembayarannya, mereka bisa menyelesaikan masalah likuiditasnya melalui cadangan devisa bersama ini. Tentu dengan proporsi yang sudah disepakati bersama.
“Specifically, China will be able to take out only 50% while Russia, India and Brazil will be entitled to 100% and South Africa to 150%,” tambah Lukov.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Rusia, Anton Siluanov mengatakan bahwa saat giliran Rusia menjadi Presiden BRICS kali ini, fokusnya adalah memperkuat keberadaan New Development Bank (yang disebut seteru IMF dan World Bank itu) dan soal currency pool tadi.
Artikel ini ditulis oleh:














