Denpasar, Aktual.co — Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Saut P Hutagalung menegaskan jika pemerintah tengah menarget untuk mensertifikasi perikanan berkelanjutan MSC (Marine Stewardship Council). Akhir tahun ini, pemerintah akan mengajukan sertifikasi berkelanjutan MSC.
Untuk itu, dalam pertemuan International Coastal Tuna Business Forum di Nusa Dua, Bali, Saut sengaja mengundang Menteri Perikanan dan Pertanian Maladewa.
“Sengaja kita mengundang Menteri Maladewa, karena mereka salah satu negara yang perikanan cakalangnya, tunanya itu bersertifikasi MSC. Sudah mendapatkan sertifikasi berkelanjutan,” papar Saut saat memberi keterangan resmi, Selasa (26/5).
Menurut dia, Indonesia tengah menuju ke arah sertifikasi perikanan berkelanjutan MSC. “Kita mau menuju ke situ. Kita upayakan. Makanya kita sharing dengan Menteri Maladewa agar bagaimana kita bisa mendapatkan lebih cepat sertifikasi MSC ini,” paparnya.
Menurut Saut sertifikasi perikanan berkelanjutan MSC menjadi hal penting lantaran merupakan persyaratan dunia. “Ini merupakan persyaratan pasar. Banyak pasar di Amerika dan Uni Eropa mensyaratkan sertifikasi MSC,” beber dia.
Selain sertifikasi perikanan MSC, Saut menuturkan persyaratan lain yang disyaratkan dunia adalah ketertelusuran. “Pasar mensyaratkan dua hal yang penting, keberlanjutan dan ketertelusuran. Untuk memastikan ikan berkelanjutan itu yang betul-betul diterima di pasar,” jelasnya.
Untuk menuju ke arah itu, Saut menuturkan pemerintah telah mengambil beberapa langkah, di antaranya adalah memberantas ilegal fishing dan pelarangan atau pengendalian untuk transit terutama yang dibawa ke luar negeri.
“Kita mendukung dunia usaha kita sertifikasi MSC. Assesment sudah dilakukan tiga empat tahun lalu. Ini sudah berjalan sekarang dan masih dalam proses,” paparnya.
“Kita sudah punya rencana pengelolaan perikanan tuna. Ini sudah ada dan disiapkan oleh kementerian. Akhir tahun ini kita mengusulkan untuk pole and line cakalang dan handline atau pancing tuna itu target kita sertifikasi MSE pertama. Kita akan proses akhir tahun ini,” tutup dia.
Artikel ini ditulis oleh:
Eka

















