Jakarta, Aktual.com — Sebanyak 200 ton beras operasi pasar Badan Urusan Logistik Riau sudah beredar di pasar tradisional di Kota Pekanbaru, guna mengantisipasi penaikan harga kebutuhan pokok.
“Jumlah beras yang sudah disalurkan dalam sepekan pelaksanaan OP di Pekanbaru cukup besar,” kata Kabid Pelayanan Publik Bulog Divre Riau Tommy Despalingga, Minggu (24/1).
Bulog dalam OP kali ini melakukan dua cara penyebaran, pertama mendistribusikan beras ke toko kelontong dan barang harian yang ditunjuk menjadi mitranya disetiap pasar tradisional.
Dengan mengerahkan mobil dan satgas Bulog melakukan droping beras tiap harinya. “Pedagang ini dimintakan kesungguhan bersedia menjual beras OP Bulog sesuai harga yang ditetapkan.”
Tujuannya mempermudah menjangkau masyarakat yang berbelanja ke pasar. “Kami pilih lima pasar tradisional besar Pekanbaru, yakni Rumbai, Cikpuan, Kodim, Sail dan Palapa.”
Selanjutnya cara penyebaran OP beras lainnya yakni menjual langsung ke masyarakat dengan membuka kounter di kantor Bulog tiap hari kerja.
“Disini kami melayani pembelian untuk kemasan 10kg,” ujarnya.
Berbicara harga, masih kata dia, semua sama sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang sudah di tetapkan Bulog. Baik dijual di pedagang maupun di kantor Bulog sendiri harga dipatok Rp8.400/kg.
“Masyarakat dilayani maksimal pembelian tiga paket perhari,” kata dia.
Maka dari itu dia berharap, masyarakat tidak perlu kuatir terhadap pasokan beras dan harganya di Pekanbaru. Khususnya bagi kalangan menengah kebawah. Karena sudah ada pilihan beras kualitas medium dengan harga murah.
Apalagi OP ini menurut Tommy akan terus dilakukan hingga harga beras di wilayah tersebut benar-benar stabil. “Bulog sudah menyediakan 11.000 ton sebagai cadangan OP, selagi diminati kami akan terus OP,” katanya.
Artikel ini ditulis oleh:
Antara
Wisnu

















