Jakarta, Aktual.co —Pertumbuhan ekonomi RI yang tengah lesu secara tidak langsung telah memberi dampak buruk di beberapa aspek termasuk soal banyaknya perusahaan yang gulung tikar dan sejumlah Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang dilakukan perusahaan terhadap karyawannya.

Ketua Umum Kadin Indonesia Suryo Bambang Sulisto membenarkan hal tersebut, dimana pengusaha dapat melakukan PHK akibat penjualan yang menurun. Oleh sebab itu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta pemerintah melakukan strategi dalam mendorong ekonomi dalam negeri.

“Pengusaha bisa melakukan PHK. Memang betul (pelambatan pertumbuhan ekonomi) ada pengaruh dari eksternal, tapi perekonomian dalam negeri perlu diselamatkan, dunia usaha sulit menghadapi ini, daya beli masyarakat sekarang turun dan kebijakan moneter yang ketat,” kata Suryo, ditulis Selasa (26/5).

Lebih lanjut dijelaskan dia, jika daya beli masyarakat menurun, maka secara otomatis penjualan produk dari berbagai perusahaan akan ikut menurun. Kondisi tersebut akan membuat pengusaha membatasi kegiatan produksinya dan bahkan dapat menghentikan produksi untuk sementara waktu.

“Properti, otomotif, retail dan konsumen produk itu semuanya lagi menurun,” tandasnya.

Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi RI pada kuartal I tahun 2015 hanya mencapai 4,7 persen, jauh dari target yang diharapkan yakni 5,7 persen. Untuk mendorong perekonomian, menurut Suryo, perlu adanya penurunan suku bunga acuan perbankan (BI Rate) agar pengusaha tidak terbebani dengan bunga yang tinggi  ketika meminjam uang diperbankan untuk ekspansi.

Dan kebijakan mendongkrak pajak pada sekarang ini, menurut dia,  tidak tepat karena pengusaha sedang dihadapkan dengan perlambatan ekonomi. “Itu (kenaikan target penerimaan pajak) waktunya enggak pas. Sekarang pengusaha pada megap-megap,” ucapnya.

Artikel ini ditulis oleh: