Ekonomi RI Melambat Sejak 2011 (Aktual/Ilst.Nelson)

Jakarta, aktual.com – Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Erwin Rijanto berucap bahwa tingkat kestabilan perekonomian Indonesia saat ini jauh lebih buruk dibanding era Repelita I dan II.

Dia memaparkan bahwa ekspor barang Indonesia masih mengandalkan komoditas mentah hal ini menunjukkan ketidakmampuan pemerintah mendorong pemanfaatan potensi pasar dalam negeri yang begitu besar.

“Ekspor kita masih bahan mentah, bahkan kita lebih buruk dari Repelita I dan II. kondisinya karena komposisi ekspor kita lebih banyak kepada bahan-bahan mentah, ini nanti kita bisa dipermainkan karena ketergantungan kita,” katanya Selasa (28/6) malam.

Kemudian lanjutnya, “kalau kita menghasilkan produk jadi, tentu nilai jualnya lebih tinggi, kalau toh itu nggak laku di pasar ekspor, pasar kita dalam negeri gede bangat, kita 250 juta jiwa, negara yang pendapatannya menengah, negara macam-macam kepengen masuk ke negara kita tapi kita sendiri tidak bisa memanfaatkan potensi yang ada,” ujarnya.

Selain itu dia juga mengingatkan Bank BUMN yang melakukan pinjaman Utang Luar Negeri (ULN), pasalnya dengan kondisi komoditas yang sedang turun maka sektor real atau pihak perusahaan menahan diri untuk melakukan pinjaman kredit.

“Bank BUMN menghutang sepanjang itu digerakkan pada arah yang baik tentun tidak masalah, namun ketika tidak menghasilkan itu yang masalah, apalagi hutangnya dalam bentuk mata uang asing. Masalahnya kita begitu komples, ketidak pastian, nilai komoditi kita turun, lalu bank itu mamu membiayai apa? Tanyakan pada OJK unuse facility meningkat tidak digunakan, bahkan banyak perusahaan yang melunasi sebelum waktu karena mereka mengurangi hutang,” tandasnya.

(Dadang Sah)

Artikel ini ditulis oleh:

Dadangsah Dapunta