Jakarta, Aktual.Com-Sudan Selatan diberitakan menolak kehadiran sekitar 4.000 pasukan perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) lantaran situasi keamanan negara tersebut semakin membaik.
Sebelumnya, Dewan Keamanan (DK) PBB telah menginstruksikan pengiriman pasukan perdamaian PBB ke Juba, ibu kota Sudan Selatan, untuk membantu pasukan sebelumnya berjumlah 13.500 tentara, dengan tujuan untuk mengatasi pertempuran terbaru di Juba.
“Pemerinah Sudan Selatan sanggup mengatasi keamanan dan stabilitas negara serta melindungi rakyat sehingga tak perlu tambahan pasukan PBB,” jelas juru bicawa Kementerian Luar Negeri Sudan Selatan, Mawien Makol Ariik, Rabu, 11 Januari 2017 lalu.
Penolakan pemerintah Sudan Selatan ini bertentangan dengan sikap sebelumnya yang pernah disampaikan pada November tahun lalu, yang mengatakan jika mereka bersedia menerima pengerahan pasukan PBB.
Menurut Menteri Pertahanan Kuol Manyang Juuk, Sudan Selatan kini sudah tak perlu lagi pasukan PBB untuk melindungi pasukan regional.
“Hampir seluruh orang di dunia masih percaya bahwa sedang terjadi perang di Juba dan sekitarnya, namun faktanya Juba saat ini aman,” ungkap Juuk kepada kantor berita DPA.
Kendati demikian pernyataan Juuk ini bertentangan dengan sejumlah laporan yang mengatakan jika masih terjadi perang sengit di Kawasan Utara dan Selatan negara itu.
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs

















