Kim Jong-Nam (Reuters)

Jakarta, Aktual.Com-Pemerintah Malaysia segera terbitkan surat penangkapan terhadap seorang diplomat Korea Utara yang diduga terlibat atas pembunuhan Kim Jong Nam, jika diplomat tersebut tidak mau bekerja sama dengan pihak kepolisian setempat.

Awal pekan ini, Malaysia menyebutkan jika Hyon Kwang Song yang menjabat sekretaris kedua Kedutaan Korut di Kuala Lumpur tengah diburu untuk dimintai keterangan atas kematian kakak pemimpin Korut Kim Jong Un yang sedang dalam pengasingan itu. “Sangat masuk akal bagi diplomat tersebut untuk datang sebelum polisi bertindak lebih jauh, ” kata Kepala Kepolisian Negara Bagian Selangor, Abdul Samah Mat seperti dikutip dari Antara.

Lebih lanjut Samah mengatakan jika seseorang berniat tidak mau bekerja sama dengan polisi maka segera keluar peringatan sesuai dengan hukum yang berlaku di Malaysia sehingga memaksa mereka untuk menyerah sebelum ditangkap tim investigasi. “Dan jika dia tidak juga datang setelah keluarnya surat peringatan ini, maka kami akan menempuh langkah selanjutnya dengan meminta surat penangkapan dari pihak pengadilan,” ujar Samah.

Delapan Warga Nnegara Korut dinyatakan sebagai buronan terkait dengan kasus tersebut, termasuk seorang diplomat itu. Satu orang ditahan oleh polisi Malaysia, empat diyakini melarikan diri ke Korut, sedangkan dua lainnya masih berada di Malaysia. Polisi berupaya melokalisasi delapan tersangka selain seorang warga negara Korut, Ri Ji U, yang keberadaannya tidak diketahui.

Kim Jong Nam dibunuh di Bandar Udara Internasional Kuala Lumpur, Sabtu, dengan menggunakan VX, senyawa kimia yang digolongkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai senjata pembunuh massal, demikian kata Kepolisian Malaysia, Jumat (24/2). Dua perempuan (satu dari Indonesia dan satu dari Vietnam) juga ditahan. Pihak kepolisian, Jumat (24/2), menyatakan bahwa keduanya terkena dampak dari zat racun VX itu dan mengalami muntah-muntah.

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaan Situs