Jakarta, Aktual.com-Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia mengimbau warga Indonesia yang kini tengah berada di Filipina untuk lebih waspada, pasca penetapan status darurat militer oleh Presiden Rodrigo Duterte di Kota Marawi di Filipina Selatan, Rabu (24/5) .
Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri Lalu Muhammad Iqbal menyebut meski darurat militer telah diberlakukan, tetapi kondisi Mindanao saat ini secara umum masih normal dan pertempuran terkonsentrasi di wilayah Marawi. Dimana Marawi bukan daerah tempat tinggal WNI.
Beberapa bulan lalu kata dia KJRI Davao sudah mengimbau kepada WNI di Filipina Selatan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi keamanan disana.Bahkan hingga kini seruan tersebut belum dicabut.
Sebelumnya diberitakan Selasa malam (23/5), Presiden Duterte menerapkan darurat militer di Mindanao, akibat baku tembak antara tentara Filipina dengan kelompok bersenjata di Kota Marawi. Peristiwa tersebut terjadi saat polisi dan tentara tengah memburu Pemimpin Kelompok Abu Sayyaf, Isnilon Hapilon.
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs

















