Polisi Tengah Berjaga Pasca Insiden Berdarah Jembatan London

Jakarta, Aktual.com-Kepolisian Metro London berhasil menciduk 12 orang terduga pelaku penyerangan Jembatan London, Inggris, yang menewaskan delapan orang dan melukai 50 orang lainnya.

Penangkapan dilakukan polisi dengan menggerebek sebuah flat yang terletak di distrik Barking, London Timur. Flat tersebut diketahui milik salah satu dari tiga penyerang yang sudah ditembak mati, delapan menit pasca insiden berdarah tersebut.

Dikutip dari BBC, Senin 5 Juni 2017, dari 12 orang yang ditangkap, tujuh di antaranya adalah perempuan. Sebelumnya, seorang pria berusia 55 tahun akhirnya dibebaskan lantaran tak terbukti terlibat dalam peristiwa tersebut.

Serangan ini tidak hanya menewaskan Warga Inggris, seorang Warga Negara Prancis dikabarkan ikut tewas dalam serangan ini, tujuh terluka dan satu masih dilaporkan hilang.

“Kedutaan Besar Prancis di Inggris masih terus mencari tahu warga kami yang masih dilaporkan hilang ini,” ucap Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian.

Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop juga mengatakan tiga warga negaranya sempat terjebak dalam serangan tersebut, meskipun kemudian mereka kini dalam baik-baik saja.

Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengaku sebagai aktor yang bertanggung jawab atas serangan di Pusat Kota London ini.

Pada Sabtu malam pukul 22.30 waktu setempat, diberitakan tiga penyerang dengan mengendarai sebuah van dan mengemudikannya dengan kecepatan tinggi ke arah para pejalan kaki di Jembatan London sebelumnya mereka diketahui menusuk orang yang sedang berada di Pasar Borough.

Artikel ini ditulis oleh:

Bawaan Situs