Jakarta, Aktual.com – Atas serangan mematikan di Teheran yang terjadi, Kamis kemarin (7/6), Komando Garda Revolusi Iran (IRGC) menuduh Arab Saudi dan Amerika Serikat yang menjadi dalang dalam serangan tersebut.
Serangan yang membunuh 12 orang dan melukai puluhan orang lainnya itu, IRGC berjanji akan membalas dendam.
Pada Rabu (7/6) kemarin terjadi penyerangan di kantor parlemen Iran dan makam pemimpin revolusi Iran Ayatollah Khomeini dan dalam penyerangan ini, ISIS mengklaim atas hal itu.
Dilansir dari Reuters, Kamis (8/6), IRGC mengeluarkan pernyataan yang mengatakan serangan teroris tersebut terjadi hanya seminggu setelah pertemuan antara presiden AS yaitu Donald Trump dan pemimpin Saudi yang mendukung teroris. Fakta bahwa ISIS mengklaim bertanggung jawab, membuktikan bahwa mereka terlibat dalam serangan brutal tersebut.
Wakil komanadan IRGC Brigadir Jenderal Hossein Salami, menjelaskan bahwa Iran akan membalas dendam atas serangan tersebut.
“Jangan diragukan lagi bahwa kita akan membalas dendam atas serangan hari ini di Teheran, terhadap teroris, afiliasi mereka dan pendukung mereka,” jelas Hossein.
Presiden Iran Hassan Rouhani menegaskan serangan tersebut akan membuat rakyat di negaranya lebih bersatu.
“Kami akan membuktikan sekali lagi bahwa kita akan menghancurkan plot musuh dengan lebih banyak kesatuan dan lebih banyak kekuatan,” tegas Hassan.
Kelompok ISIS yang juga di perangi Iran di Suriah mengancam warga Syiah yang di Iran dan serangan di Teheran menjadi yang pertama kalinya diklaim ISIS di wilayah Iran.
Pewarta : Agustina Permatasari
Artikel ini ditulis oleh:
Bawaan Situs

















