Banda Aceh, Aktual.com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Lhokseumawe menyesalkan penundaan penyaluran bantuan beasiswa untuk masyarakat miskin yang bersumber dari Pemerintah Aceh.
Kepala Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah HMI Lhokseumawe, Zahri Abdullah, Selasa (14/6), menyebutkan, dengan dana APBA yang melimpah penundaan beasiswa itu sebagai pengkhiatan terhadap rakyat miskin di Aceh.
“Sangat aneh jika untuk beasiswa dengan APBA yang begitu besar dinyatakan tidak ada anggaran. Ini Lembaga Peningkatan Sumber Daya Manusia (LPSDM) Aceh harus bertanggungjawab,” katanya.
Padahal, penerima beasiswa itu umumnya berasal dari keluarga korban konflik dan fakir miskin di Aceh. Selain Pemprop Aceh, HMI menilai DPRD Aceh turut bertanggungjawab mengenai penundaan penyaluran bantuan beasiswa.
Menurut Zahri, jika anggaran beasiswa tidak tersedia seharusnya DPR Aceh dan Pemerintah Aceh melakukan penjelasan bersama pada rakyat. Dengan begitu masyarakat mengetahui siapa sebenarnya ‘aktor’ dibalik penundaan penyaluran beasiswa.
“Biar rakyat tahu siapa yang menghapus anggaran beasiswa,” tegasnya.
Untuk diketahui, pada 6 Juni 2017 lalu, Direktur LPSDM Aceh, Prof Said Muhammad mengirimkan surat ke Bupati dan Wali Kota se-Aceh. Dalam surat itu dijelaskan dana untuk program beasiswa miskin tidak tersedia tahun ini. Namun, pihaknya berusaha mengusulkan dana itu dalam APBA Perubahan 2017 atau APBA 2018.
(Masriadi Sambo)
Artikel ini ditulis oleh:

















