Malang, Aktual.co —  Rencana penambahan hotel baru di Kota Malang, menuai protes dari Perhimpunan Hotel dan Restauran Indonesia (PHRI) Kota Malang. Pasalnya, saat ini tingkat okupansi hotel di wilayahnya jauh di bawah angka 60 persen.

Meski menjadi tujuan wisatawan, namun selama ini Kota Malang, hanya sebatas tempat transit, dimana untuk angka penginapan masih jauh di bawah harapan.

“Itu belum lagi kita bicara larangan PNS rapat di hotel,” ujar Ketua PHRI Kota Malang, Herman Maryono, Rabu (20/5) di Malang, Jawa Timur.

Disaat yang sama, Walikota Malang, Moch Anton, saat ini tengah menggodok dua izin hotel baru yang akan dibangun. Ia berpandangan, saat ini okupansi hotel melonjak 80 persen setiap bulannya.

“Okupansi di Kota Malang ini cukup tinggi sampai 70 persen hingga 80 persen,” tutur Anton.

Pembukaan jalan tol Malang – Pandaan dan pengembangan Bandara Abdurahman Saleh pada tahun mendatang, dikatakan Anton, bakal mampu menarik wisatawan lebih banyak, sehingga ketersediaan kamar hotel masih kurang.

“Ini kita juga menangkap peluang, daripada mereka investasi di luar Kota Malang, lebih baik mereka investasi disini, itu juga positif bagi peningkatan PAD kita,” sanggah Anton.

Artikel ini ditulis oleh:

Eka