Jakarta, Aktual.com – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS (USD) pada perdagangan hari ini diperkirakan masih akan berada di zona pelemahan. Setelah jelang libur kemarin, rupiah kembali anjlok cukup dalam ke posisi Rp13.339/USD.
Mengutip Bloomberg Jumat (22/9), memang rupiah dibuka menguat di posisi Rp13.328 dari penutupan sebelumnya di level Rp13.339. Namun dalam satu jam pertama trennya masih fluktuatif. Sempat ke posisi Rp13.321 kemudian melemah ke Rp13.327.
Menurut analis pasar uang dari PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada, laju rupiah kendati dibuka menguat, tapi masih dalam zona pelemahan yang dalam. Apalagi mengingat sebelum libur Tahun Baru Hijriyah, laju rupiah kembali melanjutkan pelemahan, sehingga potensi saat ini akan kembali ke zona merah.
“Masih adanya sentimen pertemuan The Fed dan meningkatnya permintaan akan mata uang USD akan cenderung kembali menahan postensi penguatan Rupiah. Makanya pelaku pasar tetap harus hati-hati,” ujar Reza di Jakarta, Jumat (22/9).
Sikap yang perlu hati-hati dari pelaku pasar menjelang rapat The Fed telah membuat beberapa investor melakukan penyesuaian yang lebih tajam terhadap posisi mereka.
“Apalagi ditambah dengan adanya potensi terjadi ketegangan di semenanjung Korea menyusul pernyataan hawkish dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya di PBB. Ini akan menguatkan permintaan terhadap USD,” dia menegaskan.
Dia menegaskan, pergerakan Rupiah yang masih terimbas kenaikan USD kembali menutup peluang rupiah untuk berbalik naik. Sehingga, walaupun di sesi pagi ini dibuka menguat, tetap rupiah masih dalam tren pelemahan.
“Apalagi dari sisi domestik, masih minim sentimen positif dan masih lebih besarnya perhatian pelaku pasar kepada pertemuan The Fed membuat laju Rupiah rentan melemah,” kata dia.
Diharapkan sentimen tersebut dapat mereda sehingga laju Rupiah pun bisa stabil tetap menguat seperti pagi ini, karena kembali menemukan momentum kenaikannya pasca Libur nasional dalam negeri.
“Tetap waspadai berbagai sentimen yang dapat membuat pergerakan Rupiah kembali variatif. Kami perkirakan laju support rupiah akan bergerak di kisaran 13.286 dan resisten rupiah di rentang 13.260,” ucap Reza.
(Busthomi)
Artikel ini ditulis oleh:
Arbie Marwan
















