Jakarta, Aktual.com – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS (USD) hari ini diperkirakan masih berada di zona pelemahan. Kendati dibuka menguat, pelaku pasar tetap diminta untuk waspada.
Mengutip Bloomberg hari ini Kamis (28/9), rupiah dibuka di posisi Rp13.430 atau menguat 15 poin dari penutupan kemarin di level Rp13.445. Dalam 30 menit pertama terlihat mulai melemah ke posisi Rp13.432.
Reza Priyambada, analis Binaartha Sekuritas menyebutkan, pergerakan Rupiah masih berpotensi untuk kembali mengalami pelemahan seiring masih minimnya sentimen positif dari dalam maupun luar negeri.
“Karena di pasar global, laju EUR juga masih melemah pasca pemilu di Jerman yang memicu pelaku pasar mengambil keuntungan dari mata uang EUR. Pelemahan EUR juga dipicu adanya konflik internal di Spanyol. Ini akan berimbas ke rupiah,” papar dia, di Jakarta, Kamis (28/9).
Di sisi lain, tambah dia, laju USD juga masih melemah terutama masih adanya kekhawatiran pasar akan adanya konflik AS dan Korea Utara. Juga adanya respon negatif pelaku pasar terhadap komentar The Fed, hingga jelang pengumuman rencana reformasi pajak pemerintahan AS di bawah Donald Trump.
“Akibatnya kondisi itu semua membuat rupiah kembali dalam tren pelemahannya,” jelas Reza.
Bahkan, kata dia, meski rupiah dibuka melemah, masih dimungkinkan bergerak melemah seiring masih minimnya sentimen positif.
“Pelaku pasar pun masih cenderung masuk pada aset-aset safe heaven untuk keperluan portofolionya. Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat pergerakan Rupiah kembali variatif melemah,” kata dia.
Dengan kondisi tersebut, kata dia, support rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran 13.465 dan untuk resisten rupiah bakal berada di posisi 13.359.
(Busthomi)
Artikel ini ditulis oleh:
Arbie Marwan

















