Jakarta, Aktual.com – Menteri BUMN Rini Soemarno masih ngotot terus melakukan holding BUMN. Setelah ada holding BUMN tambang, kini syahwat Rini masih tinggi ingin ada holding BUMN minyak dan gas (migas).
Cuma masalahnya, holding yang terjadi justru hanya tindakan caplok-mencaplok dari perusahaan sakit seperti PT Pertamina (Persero) yang mencaplok perusahaan sehat seperti PT PGN (Persero) Tbk.
Kondisi seperti itu, menurut ekonom muda INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara, membuat keinginan holding dari pemerintah ini menimbulkan perlawanan yang kuat.
“Jadi wajar terjadi resistensi yang kuat. Bagi BUMN yang sehat seperti PGN, mereka sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menggenjot kinerja perseroan menjadi sehat seperti saat ini, tiba-tiba harus dicaplok Pertamina yang notabene kurang sehat,” tegas Bhima di Jakarta, ditulis Senin (11/12).
Artikel ini ditulis oleh:
Masuk
Selamat Datang! Masuk ke akun Anda
Lupa kata sandi Anda? mendapatkan bantuan
Disclaimer
Pemulihan password
Memulihkan kata sandi anda
Sebuah kata sandi akan dikirimkan ke email Anda.