Jakarta, Aktual.co — Brasil sebagai negara ekonomi terbesar ketujuh di dunia, memiliki tingkat pertumbuhan ekonomi hanya 0,1 persen selama kurun waktu tahun 2014. Ekonomi Brasil tumbuh dengan cepat selama beberapa dekade terakhir, namun melambat dalam empat tahun terakhir.
Penyebab perlambatan tersebut adalah harga komoditas yang rendah, pertumbuhan global yang melemah, dan kepercayaan investor yang rendah.
BBCBusiness melaporkan, Senin (30/3) di bawah Menteri Keuangan Joaquim Levy, Brasil dipindahkan dari stimulus untuk penghematan. Dari tahun 2011-2014, pemerintah Brasil terus berusaha untuk merangsang ekonomi dengan menawarkan keringanan pajak tenaga kerja, subsidi bensin, dan menurunkan harga listrik.
Mr Levy kembali menahan pengeluaran pemerintah dan menaikkan pajak untuk menyeimbangkan keuangan pemerintah. Akibatnya, para analis memprediksi 2015 menjadi tahun yang sulit bagi ‘Negeri Samba’ tersebut.
Artikel ini ditulis oleh:

















