Sejumlah penumpang saat akan menaiki kereta di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Jumat (22/12/2017). Selama libur Natal dan Tahun Baru PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat jumlah penumpang mengalami peningkatan hingga 10%. Dari jumlah tersebut, tiket keberangkatan baik dari Stasiun Gambir dan Stasiun Pasar Senen pun habis terjual. AKTUAL/Tino Oktaviano

Purwokerto, Aktual.com – Sebanyak 32 perjalanan Kereta Api (KA) lintas selatan Jawa, baik yang lewat maupun keberangkatan/berakhir di wilayah PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 5 Purwokerto dihentikan sementara secara bertahap.

“Hal tersebut dilakukan untuk mengurangi mobilitas masyarakat sesuai dengan arahan pemerintah dalam rangka menekan penyebaran Virus Corona atau COVID-19,” kata Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Supriyanto di Purwokerto, Jawa Tengah, Jumat (27/3).

Ia mengatakan berdasarkan keterangan tertulis Vice President Pubic Relations PT KAI (Persero) Yuskal Setiawan penghentian sementara perjalanan KA tersebut dilakukan secara bertahap mulai 21 Maret untuk tahap pertama, 26 Maret untuk tahap kedua, dan 1 April untuk tahap ketiga.

Dalam hal ini, kata dia, sebanyak 103 perjalanan KA per hari yang terdiri atas 72 KA jarak jauh dan 31 KA lokal akan dihentikan sementara pada tahap ketiga, sehingga jumlah perjalanan KA yang tersisa mulai 2 April sebanyak 429 KA per hari yang terdiri atas 182 KA jarak jauh dan 247 KA lokal.

“Khusus untuk KA lintas selatan Jawa, baik yang lewat maupun keberangkatan atau berakhir di wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto yang dihentikan sementara secara keseluruhan sebanyak 32 perjalanan per hari,” jelasnya.

Lebih lanjut, Supriyanto mengatakan perjalanan KA lintas selatan Jawa yang dihentikan sementara pada tahap ketiga mulai 1 April hingga 17 Juni terdiri atas KA Gaya Baru Malam Selatan relasi Surabaya Gubeng-Purwokerto-Pasarsenen pergi pulang (PP), KA Bogowonto relasi Lempuyangan-Purwokerto-Pasarsenen PP, KA Gajahwong relasi Lempuyangan-Purwokerto-Pasarsenen PP, KA Sawunggalih relasi Kutoarjo-Purwokerto-Pasarsenen PP, KA Sancaka Utara relasi Kutoarjo-Solo-Surabaya Pasarturi PP, KA Kutojaya Utara relasi Kutoarjo-Purwokerto-Jakarta Kota PP, KA Kutojaya Selatan relasi Kutoarjo-Kiaracondong PP, dan KA Logawa relasi Purwokerto-Jember PP.

Menurut dia, perjalanan KA lintas selatan Jawa yang dihentikan sementara pada tahap kedua yang dilaksanakan tanggal 26-31 Maret terdiri atas KA Taksaka Pagi relasi Yogyakarta-Gambir PP, KA Taksaka Malam relasi Yogyakarta-Gambir PP, KA Fajar Utama Yogya relasi Yogyakarta-Pasarsenen PP, KA Senja Utama Yogya relasi Yogyakarta-Pasarsenen PP, KA Lodaya Pagi relasi Solo-Bandung PP, KA Lodaya Malam relasi Solo-Bandung PP, KA 801/802 Bandara YIA relasi Kebumen-Yogyakarta PP, dan KA 803/804 Bandara YIA relasi Kebumen-Yogyakarta PP.

“Sementara perjalanan KA-KA dari Surabaya dan Malang tujuan Jakarta lewat Bandung dibatasi hanya sampai Stasiun Bandung, yakni KA Argo Wilis relasi Surabaya Gubeng-Bandung PP, KA Mutiara Selatan relasi Surabaya Gubeng-Bandung PP, KA Turangga relasi Surabaya Gubeng-Bandung PP, dan KA Malabar relasi Malang-Bandung pp. Dengan demikian, untuk relasi Bandung-Gambir/Pasarsenen dari KA-KA tersebut dihentikan sementara,” katanya.

“Jadwal yang kami batalkan adalah KA yang memiliki jadwal atau KA alternatif lainnya, sehingga penumpang memiliki pilihan jadwal keberangkatan lain jika tetap memutuskan untuk berangkat,” katanya.

Supriyanto mengatakan PT KAI (Persero) akan menghubungi penumpang melalui Contact Center KAI 121 terkait informasi pembatalan dan pengalihan jadwal perjalanannya.

Dalam hal penumpang dialihkan ke KA lain dan mendapat kelas yang sama atau lebih tinggi, kata dia, PT KAI (Persero) tidak akan mengenakan penambahan bea dan sebaliknya jika dialihkan lalu mendapat kelas yang lebih rendah, penumpang akan mendapatkan bea pengembalian di stasiun kedatangan dengan batas waktu pengembalian tiga hari dari tanggal yang tertera di tiket.

“Namun jika penumpang tidak berkenan dialihkan perjalanannya ke KA lain dan memilih untuk membatalkan perjalanan KA, maka kami akan mengembalikan bea secara penuh 100 persen secara tunai. Pembatalan tiket dapat dilakukan di stasiun keberangkatan atau stasiun lain,” jelasnya.

Terkait dengan pembatalan tiket KA di seluruh stasiun wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto, dia mengatakan berdasarkan data tanggal 1-26 Maret tercatat sebanyak 13.888 tiket yang dibatalkan dan 4.794 tiket yang dijadwal ulang.

Menurut dia, pembatalan tiket terbanyak Stasiun Purwokerto yang mencapai 6.156 tiket disusul Stasiun Kutoarjo sebanyak 3.663 tiket, dan Stasiun Kroya sebanyak 2.374 tiket, sedangkan sisanya tersebar di beberapa stasiun lainnya.