Surabaya, Aktual.co — Posko DVI Polda Jatim yang didirikan sejak 82 hari lalu tepat terjadinya tragedi AirAsia QZ8501, pada Kamis (19/3) resmi ditutup.
Kapolda Jatim, Irjen Polisi Anas Yusuf, menjelaskan, sebelum dilakukan penutupan, pihaknya sudah melakukan koordinasi terlebih dahulu dengan pihak keluarga korban.
“Sebelum dilakukan penutupan, kita sudah koordinasi terlebih dahulu. Apalagi beberapa terkahir sudah jarang keluarga korban datang ke posko. Dan mereka juga bisa memahami,” ujar Irjen Pol Anas Yusuf di Surabaya, Jatim.
Namun, lanjutnya, meski posko dinyatakan tidak ada, tetapi kegiatan identifikasi masih tetap dilaksanakan, mengingat masih ada delapan potongan tubuh (Body Parts) yang belum memasuki tahap rekonsiliasi.
Bahkan, jika dihari kemudian ada jenazah atau body part yang dikirim lagi ke polda jatim, tim DVI juga akan siap menerima dan melaksakan identifikasi lagi. Dan ketika nantinya ada jenazah atau body parts yang berhasil diidentifikasi, tim DVI langsung menghubungi keluarga yang bersangkutan.
Seperti diketahui, posko DVI berada di crisis center Polda Jatim, merupakan salah satu ruangan bagi keluarga korban. Di posko tersebut, keluarga bisa berkoordinasi dengan tim DVI untuk mendapatkan informasi secara berkelanjutan mengenai evakuasi korban Air Asia sampai hasil identivikasi. Bahkan di posko tersebut juga disediakan psikiater, psikolog dan rohaniawan bagi keluarga korban.
Artikel ini ditulis oleh:

















