Semarang, Aktual.co — Ribuan warga yang mengungsi ke pulau Vanuatu akibat amukan badai siklon tropis yang mempora-porandakan di ibu kota Port Vila, membutuhkan makanan dan minuman. Tak hanya itu,  pengungsi membutuhkan tempat tinggal sementara serta bantuan Palang Merah Internasional, Minggu (16/3).

Tim relawan korban bencana badai Siklon, menerangkan, bahwa parahnya wilayah ibu kota Port Vila menjadi kekhawatiran dan kehancuran lebih buruk.

“Banyak rumah yang rusak, tanaman hancur. Kerusakan sangat besar, dan orang-orang membutuhkan bantuan kita,” kata Aurelia Balpe, Kepala Palang Merah di kawasan Pasifik.

Badai Siklon tersebut terjadi pada pekan lalu, dengan meratakan rumah-rumah, pohon di seluruh jalan dan mengakibatkan kerusakan pada bangunan utama, seperti rumah sakit, sekolah dan Gereja.

“Ini menjadi semakin jelas, bahwa kita sekarang menghadapi situasi yang lebih buruk dari skenario terburuk di Vanuatu,” kata Helen Szoke, Direktur eksekutif di Australia untuk kelompok bantuan Oxfam.

“Hal ini mungkin menjadi salah satu bencana terburuk yang pernah dilihat di Pasifik,” tambah dia.

Setidaknya 90 persen dari perumahan di Port Vila mengalami rusak parah. Bagian dari rumah sakit, khususnya kamar mayat dibanjiri oleh banyaknya korban.  Dan, 60 ribu anak-anak membutuhkan bantuan dari UNICEF.

Artikel ini ditulis oleh: