Jakarta, Aktual.co — Sekretaris Fraksi Partai Golkar di DPR RI, Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan hari ini pimpinan fraksi Golkar dan elit pimpinan fraksi partai politik yang tergabung dalam koalisi merah putih (KMP) akan menyampaikan peryataan sikap mosi tidak percaya kepada Menteri Hukum dan HAM, (Menkumham) Yasona H Laoly.
Hal itu menyusul kebijakan Menkumham yang dinilai melawan hukum dan sarat dengan kepentingan politik dalam menyikapi perseteruan dualisme kepengurusan DPP Golkar.
Ia mengungkapkan pernyataan sikap mosi tidak percaya ini menyusul bertepatan dengan adanya informasi reshufle yang akan dilakukan oleh Presiden Jokowi.
“Kita menyatakan mosi tidak percaya kepada Menkumham, menyusul adanya momentum yang akan dilakukannya reshuffle mei, berdasarkan informasi yang kita terima,” kata Bambang kepada wartawan, di Komplek Parlemen, Senayan, Jumat (13/3).
Ia mengatakan bahwa perombakan dalam tubuh kabinet ini, diyakininya akan dilakukan dalam waktu dekat. Meskipun, sambung dia, adanya perbedaan pendapat antara presiden dengan wakil presiden untuk menetukan perombakan.
“Ada perbedaan pendapat antara pak Jusuf Kalla (JK) dan Presiden Jokowi , dimana pak JK ingin kan 1 tahun, tetapi presiden inginkan (perombakan) pada 6 bulan,” tandasnya.
Artikel ini ditulis oleh:
Novrizal Sikumbang

















