Jakarta, Aktual.co — Pemerintah Israel, menghancurkan bangunan penampungan yang didanai Uni Eropa di Arab, Yerusalem timur, kata Uni Eropa yang mengutuk langkah tersebut.

“Kami mengutuk pembongkaran hari ini atas tempat penampungan sementara, yang didanai oleh Uni Eropa sebagai bagian dari tanggapan terhadap kebutuhan masyarakat terdampak,” kata pernyataan Uni Eropa, dilansir dari AFP, Rabu (11/3).

Dana Uni Eropa membantu membangun sekitar 200 bangunan sementara untuk penampungan di desa yang dihuni masyarakat Badui di Tepi Barat, di luar Yerusalem timur, Arab.

Israel menduduki Yerusalem timur pada 1967 dan kemudian mencaploknya dalam sebuah langkah tidak pernah diakui oleh masyarakat dunia.

Bangunan yang dihancurkan pada Selasa (10/3), adalah konstruksi logam kecil yang didirikan di pinggiran kawasan Issawiya Arab, kata seorang koresponden AFP.

Kawasan itu kosong dari penduduk paskapembongkaran oleh buldoser.

Seorang juru bicara untuk kota Jerusalem mengatakan proses ini diprakarsai oleh pihak berwenang urusan taman dan lingkungan Israel.

Seorang juru bicara otoritas itu mengatakan bahwa bangunan itu berada di taman nasional dalam yurisdiksi kota Jerusalem, yang telah memperoleh pemberitahuan tentang adanya pelanggaran dan penghancuran bangunan.

Seorang juru bicara Regavim, sebuah kelompok lobi sayap kanan, mengatakan langkah itu tidak biasa.

“Ini tidak terjadi setiap hari, dan tentu saja tidak terjadi pada bangunan Uni Eropa,” kata juru bicara itu.

Pemerintah Israel secara teratur menghancurkan bangunan yang dihuni oleh Suku Bedouin di Tepi Barat, dan telah mencoba untuk memindahkan masyarakat itu ke perumahan yang direncanakan oleh negara.

Para penggiat mengatakan, Israel sengaja menggusur suku Badui dalam rangka membangun permukiman di wilayah Tepi Barat di luar Jerusalem timur.

Proses aneksasi efektif sebuah koridor yang membelah melalui bagian tengah Tepi Barat akan membuat pembentukan negara Palestina yang berdekatan tidak mungkin.

Artikel ini ditulis oleh: