Jakarta, Aktual.co — Presiden Amerika Serikat (AS), Barack Obama, memperkirakan kemungkinan keberhasilan terkait pembicaraan program nuklir Iran, kurang dari 50 persen.

Oleh sebab itu, Obama menyarankan adanya beberapa perubahan dalam negosiasi.

“Menurut pendapat saya, Iran masih akan menolak kesepakatan itu. Meskipun begitu, apapun bisa terjadi karena kemungkinan untuk mendapatkan keputusan akhir saat ini lebih besar daripada tiga atau lima bulan lalu,” tutur Obama dilansir dari Reuters, Selasa (3/3).

Kesepakatan atas nuklir Iran nantinya akan menjadi prestasi tersendiri bagi Obama yang berusaha menyelesaikan beberapa konflik luar negeri dalam dua tahun kepemipinannya di periode yang kedua.

Permasalahan luar negeri tersebut, datang dari pemberontak pendukung Rusia di Ukraina hingga milisi Negara Islam (IS) di Irak dan Suriah, menutupi prestasi Obama yang dalam pemerintahannya berhasil membunuh Osama bin Laden dan membuka hubungan baru dengan Kuba.

Sementara itu, Israel khawatir diplomasi Obama atas Iran masih memberikan kesempatan Iran untuk mengembangkan bom atom, tuduhan yang ditolak oleh pemerintah Tehran.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan para perunding menyerah dalam mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Dia menyatakan keberadaan negara nuklir Iran merupakan ancaman terhadap negara Yahudi tersebut.

Dalam pidatonya di depan kelompok pendukung Israel terbesar di AS, “American Israel Public Affairs Committee” (AIPAC), Netanyahu memperingatkan kesepakatan tersebut dapat mengancam keselamatan negaranya sembari menekankan “hubungan dengan AS lebih kuat dari sebelumnya”.

Namun, perbedaan pendapat ini, menurut Obama, bukanlah masalah personal dan tetap akan menemui Netanyahu jika dia memenangkan pemilu Israel pada 17 Maret.

Obama juga menanggapi pidato Netanyahu di Kongres, yang menolak kesepakatan Iran dan menyebutkan hal tersebut tidak akan mengganggu hubungan AS-Iran.

Obama sekaligus mengkritik sikap Netanyahu dan menekankan adanya “ketidaksepakatan mendasar” antara AS dan Iran tentang bagaimana mencegah musuh Israel, Iran, mengembangkan senjata nuklir.

Artikel ini ditulis oleh: