Baghdad, Aktual.co — Sebagai negara produsen minyak terkemuka, Irak merupakan salah satu alternatif penting untuk menjadi pemasok minyak mentah bagi Indonesia.

Itulah sebabnya, saat ini Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Baghdad masih memfasilitasi upaya pembangunan kilang minyak di Indonesia, yang akan menerima pasokan minyak dari Irak.

Demikian dinyatakan sejumlah diplomat Indonesia kepada Redaktur Senior Aktual.co, Satrio Arismunandar, yang melaporkan langsung dari Baghdad, ibukota Irak, Minggu (1/3).

Sebetulnya, dalam kunjungan kerja Menko Perekonomian RI zaman pemerintahan sebelumnya, Hatta Rajasa ke Irak, telah ditandatangani MOU Kerjasama Energi RI – Irak oleh Wakil Menteri ESDM dan Wakil Menteri Perminyakan Irak, pada 14 Maret 2013.

Tujuan kerjasama itu adalah untuk mendapatkan pasokan minyak mentah sebanyak 300.000 sampai 3 juta barrel dari Irak. Minyak itu akan diolah dalam kilang minyak, yang akan dibangun bersama oleh Indonesia dan Irak. Hal itu dinyatakan dalam Minutes of Meeting Joint Dialogue of MOU Implementation, yang ditandatangani di Jakarta, 1 Juli 2013.

Namun sejak penandatanganan MOU, upaya untuk merealisasikan kerjasama masih terkendala. Kendala itu berupa masalah struktural dan birokratis di dalam negeri RI sendiri, serta perubahan pimpinan Kementerian Perminyakan Irak.

Saat ini KBRI sedang memfasilitasi upaya realisasi rencana pembangunan yang dilakukan suatu konsorsium swasta RI, dengan harapan perubahan kepemimpinan di Indonesia dan Irak akan dapat merealisasikan rencana tersebut.

Artikel ini ditulis oleh: