Jakarta, Aktual.co — Vatikan mengutuk bocornya dokumen yang menurut sebuah laporan media menunjukkan perebutan kekuasaan di Tahta Suci terkait reformasi ekonomi dan pengeluaran yang berlebihan oleh seorang kardinal yang ditugaskan untuk melakukan itu.
Majalah L’Espresso mengatakan telah melihat risalah rapat dan surat elektronik yang menunjukkan bahwa sebagian besar kardinal Italia merasa bahwa Kardinal George Pell telah terlalu berkuasa.
Pell adalah orang luar yang dibawa oleh paus ke Roma dari Australia untuk mengawasi keuangan Vatikan yang sering kacau setelah selama beberapa dasawarsa dikontrol oleh Italia.
Paus Fransiskus diberi mandat oleh para kardinal yang memilihnya pada tahun 2013 untuk membersihkan sejumlah pelanggaran setelah serangkaian skandal keuangan yang sebagian besar melibatkan bank Vatikan.
Paus Fransiskus membentuk Sekretariat Perekonomian tahun lalu dan memberi Pell, sebagai pemimpinnya, kekuasaan yang besar untuk membersihkan keuangan Vatikan yang sering bermasalah dan tidak transparan serta membuatnya selaras dengan standar internasional.
“Membocorkan dokumen rahasia kepada media untuk membangkitkan polemik dan memicu perdebatan bukan hal yang baru tetapi ini selalu merupakan aksi yang harus dikutuk dan ilegal, ” kata juru bicara Vatikan Pastor Federico Lombardi.
Lombardi mengatakan “normal” terjadi perbedaan pendapat tentang masalah keuangan dan hukum yang rumit dan mengutuk artikel itu sebagai suatu hal yang “tidak bermartabat dan tidak penting ” karena serangan pribadi terhadap Pell.
Pell tidak bisa dihubungi untuk memberikan komentar.
Majalah itu mengatakan Departemen Pell telah membelanjakan setengah juta euro dalam enam bulan pertama, terutama untuk pengeluaran staf dan peralatan namun beberapa pengeluaran adalah untuk keperluan pribadi, termasuk pengeluaran sebesar 2.508 euro (2.813 dolar) untuk pakaian pendeta yang diduga dibeli Pell dari seorang penjahit pakaian pendeta terkenal di Roma.
Majalah itu juga mengatakan departemen tersebut telah menghabiskan puluhan ribu euro untuk merenovasi dan melengkapi sebuah apartemen di Roma untuk digunakan oleh manajer bisnis yang dibawa kardinal itu dari Australia untuk membantunya membersihkan keuangan Vatikan.
Juru bicara itu mengatakan Departemen Pell masih terus melakukan agenda reformasinya dan dalam beberapa bulan akan mempublikasikan untuk pertama kalinya laporan keuangan tahun 2014 dari setiap departemen Vatikan.
Skandal “Vatileaks” pada tahun 2012, di mana pelayan dari Mantan Paus Benediktus, pendahulu Paus Fransiskus, ditangkap karena membocorkan surat-surat pribadi paus kepada media, berisi dugaan terjadinya korupsi di Tahta Suci, sesuatu yang dibantah Vatikan.

Artikel ini ditulis oleh:

Andy Abdul Hamid