Jakarta, Aktual.co —Pembicaraan tentang krisis utang antara Yunani dan negara-negara Eropa mengalami kebuntuan. Pasar saham pun langsung meresponsnya dengan penurunan yang cukup tajam, seperti yang dikutip BBCNews. Meski demikian, para investor tidak dilanda kepanikan.

Pelemahan euro hanya terbatas, sementara pelemahan indeks saham di luar Yunani cukup tipis. Investor masih memiliki harapan terjadinya kesepakatan setelah Menteri Keangan Yunani menyatakan optimismenya bahwa kesepakatan dalam hal yang lain mencapai kesepakatan.

Bursa Yunani mencatat penurunan paling parah dengan indeks ATG merosot lebih dari 4 persen pada awal perdagangan Selasa (17/2). Imbal hasil surat utang pemerintah Yunani jangka 3 tahun naik 2 persen poin menjadi 19,72 persen. Indeks FTSEurofirst 300 turun 0,6 persen.

Tanpa dukungan dari kreditur, pemerintah Yunani dan perbankan akan menghadapi masalah keuangan, sekaligus membuka jalan bagi Yunani untuk menjadi negara pertama yang melenyapkan mata uang bersama dan mengenalkan mata uang baru. “Sebuah kegagalan untuk mencapai kesepakatan dalam beberapa pekan ke depan dapat dengan mudah memicu pelarian bank, penarikan likuiditas ECB, dan kemungkinan keluarnya Yunani dari euro,” jelas Jan von Gerich, analis dari Nordea.