Jakarta, Aktual.co —  Perjalanan sepanjang 16 ribu kilometer yang ditempuh Reg McGlashan (65) dan anaknya Jason (38), warga Australia asal Port Macquarie, New South Wales, Australia, terhenti di lepas pantai timur Amerika Serikat.
Setelah layar perahu sepanjang 13 meter yang mereka namai “Sedona” tak sengaja robek oleh hempasan badai salju. Sehingga mengakibatkan perahu tak bisa dikendalikan.
“Kami memiliki sedikit kegagalan peralatan di kapal,” kata McGlashan, seperti dilansir dari Sydney Morning Herald, Selasa (17/2).
Kondisi darurat, mau tak mau McGlashan memutuskan meminta bantuan ke kota terdekat, yang berjarak 240 kilometer selatan di Nantucket, Massachusetts. 
Sampai akhirnya mereka berhasil lolos dari maut lewat upaya penyelematan dramatis oleh US Coast Guard. Menantang kondisi badai, mereka diselamatkan dengan menggunakan helikopter.
Anggota US Coast Guard nekat turun menggunakan tali untuk menarik kedua orang tersebut dari perairan Samudera Atlantik yang dingin. Meninggalkan kapal seharga 10 ribu Dolar AS yang dibeli di situs jual beli Ebay di Januari.
Sebelum berlayar, Jason mengatakan kepada koran lokal  ‘Newport Daily News’ bahwa dirinya dan ayahnya memang tidak punya pengalaman berlayar sebelumnya. “Ayah bahkan bukan pelaut, tapi dia cepat belajar,” ujar dia menyakinkan.
Dengan membawa banyak makanan, minuman keras,  peralatan layar yang baik, dan semua peralatan keselamatan, mereka berdua yakin bakal lancar mengarungi lautan. “Kami akan baik baik-baik saja,” kata dia.
Hingga akhirnya impian mereka dihempaskan oleh terpaan badai lautan dingin. Belum diketahui apakah mereka berdua masih tetap berniat melanjutkan impian mereka, atau memilih ‘mengubur dalam-dalam’.  (Laporan: M Vidia Wirawan )

Artikel ini ditulis oleh: