Jakarta, Aktual.co —Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kaum Yahudi Eropa harus bermigrasi secara masal ke Israel. Pernyataan ini menyusul peristiwa penembakan di sebuah kafe dan sinagog di Kopenhagen, Denmark serta kejadian serupa toko kosher (halal, dalam istilah Yahudi) di Paris., seperti yang dilanasir Tempo.co. “Yahudi dibunuh lagi di tanah Eropa karena mereka Yahudi,” kata pria yang biasa disapa Bibi, seperti dilaporkan Time, Senin( 16/2). Menurutnya, kaum Yahudi berhak mendapat perlidungan di semua negara. “Tapi saya katakan kepada saudara-saudari Yahudi, Israel adalah rumah Anda.”
Kepala Rabi Denmark, Jair Melchior mengaku kecewa dengan pernyataan Netanyahu. “Orang-orang dari Denmark pidah ke Israel karena mereka cinta Israel, karena zionisme, bukan karena terorisme,” ujarnya. Dia menyebut, jika cara mengatasi terorisme dengan pergi ke tempat lain, maka orang harus pergi ke pulau terpencil.
Perdana Menteri Denmark Helle Thorning-Schmidt juga menyatakan tidak setuju dengan ide Netanyahu. “Komunitas Yahudi adalah bagian besar dan terintegrasi dengan masyarakat Denmark.” Tahun lalu, lebih dari 7 ribu Yahudi Perancis pindah ke Israel, dua kali lipat dari jumlah pada 2013. Padahal sebelumnya Presiden Perancis Francois Hollande sudah berkata pada mereka, “Tempatmu di sini. Ini rumahmu. Prancis adalah negaramu.”

















