Jakarta, Aktual.co —Mengikuti sejumlah negara, kini Jepang  juga menyatakan menutup sementara kedutaan besar di Yaman dan menambahkan bahwa para diplomatnya berbondong-bondong meninggalkan negeri itu karena khawatir terhadap keamanan setelah konflik terus bergolak di negara tersebut. Kegiatan kedutaan di Sanaa ditangguhkan mulai Ahad (15/2) dengan alasan “keadaan yang memburuk” di negara tersebut, demikian Kementerian Luar Negeri Jepang mengumumkan melalui pernyataan resmi yang disampaikan pada Senin (16/2).

Menurut pernyataan tersebut, para karyawan juga sudah diungsikan ke Kedutaan Besar Jepang di Qatar, dan mereka dapat melaksanakan tugas-tugas dari tempat tersebut. Tokyo juga telah meminta warganya untuk meninggalkan negara yang sedang dirundung perselisihan sementara keadaan keamanan semakin memburuk. Milisi Huthi membubarkan pemerintah Yaman dan parlemennya pada 6 Februari setelah merebut Istana Kepresidenan dan gedung-gedung penting milik pemerintah. Kepala Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Ban Ki-moon memperingatkan bahwa Yaman akan terpecah-belah, serta menyerukan pengendalian kembali pemerintah dukungan Barat yang dipimpin Presiden Abedrabbo Mansour Hadi.

Sebelumnya, Arab Saudi sebagai kawasan yang didominasi kaum Suni, pekan lalu mengumumkan telah mengungsikan karyawan kedutaan besarnya di Sanaa. Langkah tersebut diikuti oleh Amerika Serikat, Prancis, Jerman, Italia, Inggris, Belanda, Uni Emirat Arab dan Spanyol.