Jakarta, Aktual.co —Presiden Venezuela Nicholas Maduro menyebut, pihaknya berhasil menggagalkan upaya kudeta yang dilakukan oleh lima orang pejabat penerbangan.”Kami telah merusak dan menggagalkan upaya kudeta terhadap demokrasi dan stabilitas negara kita,” ujar Maduro di ibukota Caracas, seperti yang dikutip Republika.co
.
Maduro menyebut, upaya kudeta itu didalangi oleh Amerika Serikat dengan cara merencanakan penyerangan udara ke istana presiden dan target lainnya. Lebih lanjut ia menyebut bahwa salah satu dari lima orang yang berupaya melakukan kudeta adalah seorang jenderal yang disebut Hernandez, alias el Oso (the bear). Ia dan empat pejabat tinggi penerbangan lainnya telah merancang upaya kudeta bersama.

“Ini adalah upaya untuk menggunakan kelompok perwira penerbangan militer untuk memprovokasi peristiwa kekerasan,” kata seorang kepala eksekutif Venezuela seperti dimuat Press TV. Ini bukan kali pertama upaya kudeta terjadi di Venezuela. Negara tersebut sebelumnya telah mengalami sejumlah upaya kudeta yang didukung Amerika Serikat.

Venezuela memang merupakan negara yang tetap memilih untuk berselisih dengan Amerika Serikat semenjak masa kepemimpinan Hugo Chavez berakhir pada tahun 1999. Kedua belah pihak telah menolak untuk bertukar duta besar sejak tahun 2010.